Berikut adalah contoh diagram lingkaran
Diagram lingkaran adalah salah satu cara untuk
menyajikan data. Menurut Budiyono (2009:19) diagram lingkaran menggunakan
daerah lingkaran untuk menunjukkan suatu keseluruhan (100%) atau jumlah semua
nilai (ukuran). Diagram lingkaran sangat baik untuk menyatakan data yang
berbentuk atribut (data dari variabel nominal).
Adapun menurut Jaya (2010:72-74) dapat diambil
kesimpulan bahwa cara membuat diagram lingkaran menggunakan langkah-langkah
sebagai berikut:
1.
Buatlah sebuah
lingkaran sesuai dengan keinginan.
2.
Berdasarkan data
di yang diberikan misalnya data terdiri dari n kategori, maka lingkaran akan
terbagi kedalam n bagian, dimana luas tiap bagian dibentuk berdasarkan jumlah
masing-masing data. Setiap bagian akan bertemu pada satu titik pusat lingkaran.
3.
Luas tiap-tiap
bagian dapat dilambangkan dengan skala persentase atau besar sudut yang
dibentuk oleh dua buah titik yang terdapat pada lingkaran terhadap titik
pusatnya. Untuk kepentingnan ini maka dapat ditentukan luas tiap-tiap bagian
dengan cara sebagai berikut:
a.
Dengan skala
presentase
Skala
presentase dapat diperoleh dengan cara membagi luas daerah data yang ingin
dicari skala presentasenya dengan luas total daerah lingkaran dan dikalikan
dengan 100%. Luas daerah yang ingin dicari skala presentasenya dan luas daerah
total dapat berupa frekuensi atau banyaknya data. Sehingga rumus skala
presentase dapat didefinisikan sebagai
berikut:
b.
Dengan skala
ukuran derajat
Jika
satu lingkaran adalah
maka pembagian luas masing-masing dapat
dihitung dengan cara membagi setiap data pada masing-masing kategori dengan
jumlah seluruh data dikalikan dengan luas daerah satu lingkaran (
). Sehingga rumus skala
ukuran derajat dapat dituliskan sebagai berikut:
Setelah
hasil-hasil diperoleh, maka dengan menggunakan alat bantu busur lingkaran kita
dapat menggambarkan masing-masing kategori dalam diagram lingkaran tersebut.
Busur lingkaran berguna untuk membedakan antara luas daerah satu dengan yang
lainnya sesuai dengan besar sudut yang terbentuk.
Contoh soal:
Contoh soal:
1. Tabel di bawah ini
merupakan data hasil ulangan program diklat matematika pada suatu kelas.
No.
|
Nilai
|
Frekuensi
|
1.
|
41-50
|
4
|
2.
|
51-60
|
6
|
3.
|
61-70
|
7
|
4.
|
71-80
|
10
|
5.
|
81-90
|
9
|
6.
|
91-100
|
4
|
Buatlah diagram
lingkaran dari data pada tabel di atas (contoh soal)
Penyelesaian:
No.
|
Nilai
|
Frekuensi
|
1.
|
41-50
|
4
|
2.
|
51-60
|
6
|
3.
|
61-70
|
7
|
4.
|
71-80
|
10
|
5.
|
81-90
|
9
|
6.
|
91-100
|
4
|
Total:
|
40
|
Data di atas
terdiri dari 6 kategori nilai sehingga lingkaran akan dibagi menjadi 6 bagian
yang mana tiap bagian mencerminkan jumlah data pada setiap kategori.
Jika disajikan
dengan skala persentase, maka akan dihitung % tiap kategori.
Apabila presentase ke-enam
kategori tersebut dijumlahkan akan menghasilkan presentase sebesar 100%.
Berikut adalah diagram lingkaran dari data di atas apabila disajikan dengan
skala presentase.
Dengan
cara yang sama apabila ingin disajikan dengan skala ukuran derajat, maka akan
dihitung besarnya derajat tiap kategori.
Apabila
besar derajat tiap kategori dijumlahkan akan menghasilkan derajat keseleruhan
sebesar 360 derajat
Berikut
adalah diagram lingkaran dari data di atas apabila disajikan dengan skala
ukuran derajat.
Komentar
Posting Komentar